Kalkulator Hukum Ohm — tegangan, arus, hambatan, dan daya
KalkulatorKalkulator hukum Ohm mencari dua nilai sisa dari tegangan, arus, hambatan, dan daya berdasarkan dua nilai yang diketahui menggunakan V = I × R dan P = V × I.
Halaman ini diterjemahkan dengan bantuan AI dan belum ditinjau secara profesional. Periksa sumber yang dikutip sebelum menggunakannya untuk keputusan penting.
Apa itu
Hukum Ohm menyatakan bahwa arus yang mengalir melalui sebuah konduktor sebanding dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatan (V = I × R). Dipadukan dengan rumus daya P = V × I, cukup mengetahui dua di antara nilai tegangan (V), arus (A), hambatan (Ω), dan daya (W) untuk menghitung sisanya. Kalkulator ini mengasumsikan rangkaian arus searah yang murni resistif; rangkaian arus bolak-balik dengan reaktansi memerlukan impedansi dan faktor daya.
Cara menggunakan
- 1Pilih pasangan nilai yang Anda ketahui (misalnya tegangan + arus).
- 2Masukkan kedua nilai tersebut.
- 3Tekan hitung untuk mendapatkan dua nilai lainnya.
Referensi
| Masukan | Hambatan | Daya |
|---|---|---|
| V = 12V, I = 2A | 6Ω | 24W |
| V = 220V, R = 100Ω | 484W | |
| P = 60W, V = 12V | 2.4Ω |
Sumber & standar
FAQ
Berapa hambatan ketika 12V menghasilkan arus 2A?
R = V ÷ I = 12 ÷ 2 = 6Ω, dan dayanya adalah P = 12 × 2 = 24W.
Bisakah saya memakai kalkulator hukum Ohm untuk rangkaian arus bolak-balik?
Bisa untuk beban murni resistif, tetapi rangkaian arus bolak-balik dengan reaktansi seperti motor atau kapasitor memerlukan impedansi dan faktor daya, sehingga hasilnya berbeda.
Apakah masukan kalkulator hukum Ohm dikirim ke server?
Tidak. Kalkulator ini berjalan di peramban Anda dan tidak mengirim masukan ke server mana pun.